Melihat Reruntuhan dan Sejerah Gereja - Gereja Tua di Kota Ani


Menarik dan seru memang apabila kita mengetahui cerita tentang sejarah sebuah kisah pada jaman dahulu, walaupun sedikit kita mengetahui yang terpenting kita pernah tau dan pernah dengar cerita tersebut.


Cerita sejarah kali ini mengangkat tema Gereja yang hancur dari Ani, ani adalah sebuah daerah yang terdapat di dataran tinggi terpencil di timur laut turki sekitar 45 km dari kota kars. kenapa ani dahulu sangat terkenal ? karena daerah tersebut di juluki sebagai tempat 1000 gereja pada masanya.


Daerah yang luas di atas adalah kondisi dearah Ani pada saat ini, daerah ini dulu di kelilingi oleh tembok wilayah ini juga dahulu di sebut sebagai wilayah yang suci, karena banyaknya gereja chapel berdiri di tempat ini.




Wilayah Ani masuk dalam wilayah kekuasaan dinasti kamsarakan armenia sebagai basis kekuatan di abad ke 5 M, dan termasuk dalam kota yang paling mamkur dan kaya karena menjadi pusat perdagangan pada masa itu.


Pada abad ke 11 M, Kota ani semakin tumbuh dan ramai terhitung sebanyak 100,000 orang mendiami wilayah ini, disinilah awal gereja chapel mulai dibangun lebih banyak lagi selain di juluki kota seribu gereja kota ini juga  di sebut kota forty gates.


Selama berdirinya kota ini memiliki kekayaan serta kehidupan yang damai dan tentram, hampir semua warga di tempat ini setiap harinya datang ke gereja beribadah dan berdoa.


Namun jaman ke emasan kota ani harus berakhir ketika raja gagik wafat, raja gagik adalah sosok raja yang di cintai masyarakat kota ini selain bijaksana raja gagik sangat tangguh mempertahankan tembok kota ini dari serangan-serangan musuh.


Setelah wafatnya Raja gagik, pertahanan kota ini semakin melemah, pengganti raja gagik tidak sehebat dirinya yang mengakibatkan kota ini sangat rentan di serang oleh musuh, terbukti masuknya para penjajah yang memporak porandakan kota Ani.


Puncak kehancuran kota ini ketika invasi bangsa mongol menghantam kota ini, para penduduk di bantai dan gereja-gereja yang ada di kota inipun di hancurkan, banyak penduduk meninggalkan tempat ini ketika mendengar bangsa mongol mendekati kota ani.
Next article Next Post
Previous article Previous Post