Sadis !! Warga Di Desa Ini Sangat Senang Melakukan Pembantaian berdarah


Mendengar kata Pembantaian pastilah terngiang di dalam pikiran kita tentang kengerian dan banjir darah, sebuah desa kecil di taiji yang berada di negara jepang mempunyai tradisi yang sangat kejam dengan melakukan pembantaian berdarah yang mereka lakukan di pinggir pantai.

Tradisi kejam warga desa ini sudah di mulai dari abad ke 16 hingga sekarang, pemerintah jepang sangat kesulitan untuk membendung naluri membantai warga desa ini meskipun sudah ada peringatan dan kecaman dari pemerintah untuk segera mengakhiri tradisi berdarah yang dilakukan setiap tahunnya.


Salah satu aktivis pria asal jepang ini menunjukan dimana lokasi pembantaian yang sering di lakukan warga desa taiji di jepang, air laut yang berwarna hijau di atas akan sontak menjadi bewarna merah cerah akibat tumpahan-tumpahan darah dari para korban pembantaian.


Di atas adalah gambar warna air laut yang bercampur darah, poto di atas di ambil ketika pembantaian hampir saja usai, kamu bisa bayangkan betapa kejam dan mengerikan aksi yang di lakukan warga desa taiji terhadap para kumpulan ikan lumba-lumba yang mereka giring  ke area ini untuk di ekseuksi.


Warga desa taiji di sebutnya juga sebagai nelayan terkejam, dimana mereka memburu lumba-lumba di tengah lautan dan menggiringnya hingga sampai ke pantai setelah itu mereka akan memasang jaring ke selat-selat yang ada di bibir pantai agar ikan lumba-lumba tidak bisa keluar dan lolos melarikan diri.

Rasa resah dan gelisah akan terpancar dari mata ikan lumba-lumba ketika mereka sudah masuk ke dalam perangkap ini, karena ke esokan harinya, para nelayan dan warga akan segera membantai mereka habis-habisan, kamu bisa lihat videonya di bawah ini.


Lumba-lumba ini akan di tombak, di pukul pakai martil serta di potong kepalanya hingga hampir putus dan mengeluarkan darah yang segar setelah ini nelayan dan warga desa taiji akan membiarkan lumba-lumba itu mati kehabisan darah.

Aktivis lingkungan hidup dari seluruh dunia banyak mengecam aksi brutal yang dilakukan warga desa taiji, namun hal itu tidak berarti bagi warga desa tersebut, bagi mereka memburu dan membantai lumba-lumba adalah mata pencarian mereka yang sudah turun temurun dilakukan nenek moyang warga desa ini.

Next article Next Post
Previous article Previous Post